Karena kita belum pernah melihat Allah, apakah tepat kata Asshadu dalam syahadat diartikan "Aku bersaksi"?

Karena kita belum pernah melihat Allah, apakah tepat kata Asshadu dalam syahadat diartikan "Aku bersaksi"?

Kita ini seperti ikan yang berenang di laut, lalu bertanya "di manakah air?"



هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Qs Al Hadid : 3)

Allah itu terlalu nyata untuk disembunyikan, terlalu besar untuk ditutup, terlalu meliputi segala sesuatu untuk dilupakan.

إنَّ في خَلْقِ السَّماوَاتِ وَالأرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأُولِي الأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِهِمْ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring.” (QS. Ali Imran: 190-191)

أَلَمْ يَرَوْا إِلَى الطَّيْرِ مُسَخَّرَاتٍ فِي جَوِّ السَّمَاءِ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُون

Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain dari pada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (QS Nahl: 79)

Tidakkah kita lihat? Allah benar - benar meliputi segala sesuatu? Lupakanlah segala hijab dan penutup. Allah, Terlalu besar untuk ditutupi segala sesuatu. Allah terlalu dekat, tidakkah sejengkal itu terlalu jauh bagi makhluk dari tuhannya?

Debu yang beterbangan adalah tanda adanya angin. Mata tanah liat hanya melihat debu. sedangkan melihat angin butuh mata yang lain. -Jalaluddin Rumi

أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله

Aku menyaksikan tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi Muhammad utusan Allah.

You may like these posts