Jadi YouTuber Gaming Pakai Pocophone F1 Di 2020? Bisa Banget!

Jadi YouTuber Gaming Pakai Pocophone F1 Di 2020? Bisa Banget!

Jadi YouTuber Gaming Pakai Pocophone F1 Di 2020? Bisa Banget!

Pocophone F1 Masih Layak Di 2020? Banget! - Apakah Pocophone F1 masih layak dibeli di tahun 2020? Apakah Pocophone F1 cocok untuk bermain game di tahun 2020? Apakah Pocophone F1 bisa merekam layar dan internal sound? Apakah bisa menjadi YouTuber gaming hanya dengan Pocophone F1 di tahun 2020? Apakah Pocophone F1 ghost touch permanen dan harus ganti LCD?

Pada awal menulis artikel ini niat saya semula untuk membagikan tutorial cara flashing ROM Pocophone F1 dengan mudah dan sesuai prosedur. Namun dikarenakan ulasan seputar Pocophone F1 ini sudah saya tulis terlebih dahulu dan lumayan panjang, maka tutorial flashing ROM yang saya sebut diatas akan saya tulis di artikel selanjutnya, diikuti tutorial cara rooting dan install custom recovery untuk Pocophone F1 ini.

Pocophone F1 ialah smartphone pertama dari seri Poco yang merupakan sub-brand Xiaomi. Dirilis pada Agustus 2018 (hampir dua tahun yang lalu sejak artikel ini ditulis), ponsel ini sukses menarik perhatian para pecinta Android berkat fitur-fitur yang disuguhkan nya yang mana pada saat itu bisa dibilang cukup mind-blowing dan menggoda.

Sebagai informasi, seri Poco sengaja diciptakan oleh Xiaomi untuk menyasar pasar smartphone kelas atas dengan memangkas berbagai macam elemen untuk menekan harga jual, sehingga bisa dikatakan Pocophone ini merupakan perusak harga market atau flagship killer yang mungkin sangat meresahkan produsen smartphone lain, disatu sisi membuat bahagia para konsumen karena dibanderol dengan harga yang ramah dikantong namun dibekali spesifikasi yang lumayan gahar.

Pocophone F1 memiliki body yang terbuat dari bahan plastik. Tidak ada NFC, zoom lens, wide lens, ataupun wireless charging di ponsel ini, namun ada hal lain yang bisa membuat kamu berpikir ulang untuk tetap meminang smartphone ini. Salah satunya prosesor Qualcomm Snapdragon 845 yang memiliki performa sangat baik hingga sekarang. Meski Snapdragon 845 itu pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 2017, prosesor ini masih sangat mumpuni entah itu untuk multi-tasking ataupun bermain game zaman now.

Snapdragon 845 merupakan prosesor flagship 64bit berinti 8 (octa-core) dengan clock speed mencapai 2.8GHz dan fabrikasi 10nm. Prosesor tersebut dikenal sebagai prosesor yang galak dalam hal performa, namun irit penggunaan daya berkat fabrikasi 10nm nya. Tercatat di AnTuTu Benchmark v8, Pocophone F1 bisa meraih score dikisaran 360.000 sampai 370.000. Hal itu tentu masih jauh lebih bagus dari segi performa dibanding Snapdragon seri 700 terbaru seperti 730G sekalipun yang hanya memperoleh score kurang dari 300.000.

Jadi YouTuber Gaming Pakai Pocophone F1 Di 2020? Bisa Banget!

Disamping memiliki prosesor flagship yang siap untuk dipakai menjalankan aktivitas berat, Pocophone F1 dilengkapi juga dengan pipa penghantar panas mirip heat pipe yang ada di laptop. Pipa ini disebut sebagai liquid cooling, bukan karena wujud pendinginnya murni cairan liquid yang ditempelkan di prosesor melainkan heat pipe tersebut lah yang isinya cairan liquid untuk menghantarkan panas ke seluruh permukaan pipa. Dari hasil uji coba yang saya lakukan untuk bermain game berat dalam waktu yang lama, suhu Pocophone F1 adem dikisaran 39 derajat celcius.

Beberapa hal menarik lain dari Pocophone F1 yang perlu kamu tahu yaitu adanya LCD IPS FHD+ berukuran 6.18" dengan bezel yang tidak terlalu tebal, ditambah notch kamera dibagian tengah. Ukuran layar selebar itu memanglah bukan yang terbesar, namun rasanya sudah cukup untuk bermain game populer seperti PUBG Mobile atau game MOBA. Pocophone F1 juga dibekali dengan baterai berukuran 4000mAh yang awet dipakai seharian penuh dan pastinya ponsel ini sudah mendukung fast charging yang membuat pengisian dayanya jauh lebih cepat dibanding tanpa memakai fast charging.

Satu lagi yang perlu digaris bawahi, di sektor kamera utama smartphone ini terdapat sensor IMX363 yang lagi-lagi bukan seri terbaru di era 2020 ini namun tetap saja sensor tersebut mampu menghasilkan gambar dengan ketajaman dan warna yang ciamik sekali. Terlebih apabila disandingkan dengan aplikasi Google Camera bisa memakai setting manual yang support shutter speed sampai 30 detik, pengaturan diafragma dari yang terkecil sampai yang terbesar, dan pengaturan focus lensa juga tersedia. Untuk kamera depan terdapat sensor 20MP yang support AI Beauty, bisa membuat wajah kamu bening natural dan makin kece dalam waktu sekejap saja.

Saya pribadi baru membeli Pocophone F1 beberapa minggu yang lalu sekedar untuk bermain game. Untuk urusan performa tidak perlu diragukan, semua game yang trending saat ini masih bisa dimainkan dengan setting grafis tertinggi alias rata kanan. Kalau ada yang tanya Bang, kenapa gak Iphone 8 Plus kalau tujuannya untuk bermain game? Kenapa malah Pocophone F1? Baca penjelasan dibawah ini.

Beberapa Alasan Utama saya Membeli Pocophone F1 Yang Sudah Berumur Hampir 2 Tahun Ini

  • Pertama karena Pocophone F1 merupakan produk Xiaomi, sehingga bisa dipastikan mudah di oprek sistem nya dan mudah untuk troubleshooting nya jika terjadi sesuatu. Jika kamu tidak puas dengan performa smartphone Android ini, kamu bisa mengganti custom ROM dan kernel yang tersebar luas di forum internet untuk memperoleh kinerja yang maksimal dari yang sebelumnya.
  • Kedua soal harganya yang terjangkau di tahun 2020 ini. Bisa dibilang tidak ada smartphone lain dengan price serupa memiliki performa yang sama. Diawal perilisannya, Pocophone F1 dijual dengan harga 4,5 juta untuk varian 6/64GB sedangkan diatasnya lagi ada varian 6/128GB yang dijual seharga 4,9 juta. Satu lagi varian khusus yang dimiliki smartphone ini yaitu seri Armoured Edition 6/128GB yang dijual 5,2 juta pada waktu itu. Untuk tahun 2020 ini, saya memperoleh Pocophone F1 baru varian 6/128GB di harga 3,8 juta bergaransi resmi TAM batch Juli 2019. Masih oke kan? Untuk harga second sepertinya bisa jauh lebih murah dari itu namun karena ini merupakan Pocophone pertama saya, jadi saya prefer yang baru dibanding second. Bang, kenapa gak Iphone 8 Plus kalau tujuannya untuk bermain game? Iphone 8 Plus 3,8 juta nggak ada bujangggg!
  • Ketiga yaitu untuk game PUBG Mobile tanpa tambahan config apapun atau GFX Tool masih mampu memperoleh setting Smooth - Extreme berkat Snapdragon 845, sedangkan hasil riset yang saya lakukan untuk prosesor kelas midrange seperti Snapdragon 700 Series rata-rata hanya mampu memperoleh setting grafis Smooth - Ultra saja. Dari situ bisa dijadikan patokan bahwa Snapdragon 845 di tahun 2020 ini masih sangat layak untuk dipilih, meski sekarang sudah ada seri Snapdragon 800 generasi terbaru seperti 855, 855+ dan 865.
  • Keempat ialah soal recording internal sound ketika bermain game. Ya, alasan lain mengapa saya berani mengambil Pocophone F1 selain karena murah, performanya bagus, yakni karena ponsel ini capable alias mampu merekam layar beserta internal sound nya ketika bermain game. Mungkin tidak semua Android bisa melakukan ini karena sesuai policy nya Android mengunci fitur recording internal sound tersebut. Apabila kamu melakukan perekaman layar di smartphone Android yang tidak mendukung perekaman internal sound, sejatinya kamu tetap bisa merekam layar namun suaranya hening. Opsi lainnya kamu bisa memilih sumber suaranya menjadi Mic sehingga hasil rekaman layarmu tetap ada suaranya meski bukan suara permainan.
Di Pocophone F1, kamu bisa bermain game seperti PUBG Mobile dengan setting rata kanan serta melakukan perekaman layar beresolusi 1080p di 60fps dengan bitrate tinggi sekaligus melakukan perekaman internal sound tanpa ada masalah sama sekali. Untuk kamu yang ingin merintis menjadi YouTuber gaming sepertinya cocok sekali menggunakan smartphone ini.

Kamu bisa melihat cuplikan gameplay dibawah ini untuk mengetahui lebih lanjut,


Baik, mungkin itu yang dapat saya sampaikan pada pembahasan kali ini. Pendapat diatas merupakan pengalaman pribadi selama saya menggunakan Pocophone F1 untuk bermain game. Setiap orang bisa memiliki pandangan yang sama ataupun tidak. Jadi ambil positifnya saja selama itu baik untuk diri kita masing-masing.

Satu hal yang belum saya bahas sedari awal artikel ini ditulis yaitu masalah ghost touch. Dari apa yang sudah saya rasakan ketika memakai ponsel ini, ghost touch memang ada, tapi hanya ketika bermain game. Bahkan tidak hanya ghost touch saja yang saya rasakan. Delay touch dan layar freeze pun juga. Akan tetapi itu bukan dikarenakan LCD nya yang cacat pabrik, melainkan soal software / ROM nya. Kamu bisa langsung melakukan update software ke MIUI versi terbaru atau bisa juga menggunakan custom ROM beserta custom kernel untuk menghilangkan ghost touch ini. Mungkin suatu saat akan saya buatkan tutorial yang membahas hal tersebut. Jadi anggapan bahwa Pocophone F1 layarnya ghost touch permanen dan tidak bisa diperbaiki atau harus ganti LCD itu salah besar.

Sekian artikel ini saya tulis. Mohon maaf apabila ada salah kata. Isi kolom komentar dibawah jika ada hal yang kurang jelas atau ada yang ingin kamu tanyakan. Jangan sungkan untuk request tutorial Android apapun jika kamu membutuhkannya. Terakhir, share artikel ini melalui menu yang sudah disediakan jika menurutmu artikel ini berguna untuk orang lain. Terima kasih.

You may like these posts